Monorail di Bandung

Pemerintah Kota Bandung tertarik mengembangkan kereta rel tunggal atau monorel seperti di Kuala Lumpur, Malaysia. Studi kelayakan pengembangan moda transportasi itu akan dilakukan awal tahun depan.

“Kota modern harus mendorong konsep transportasi yang menitikberatkan pada penggunaan moda angkutan massal. Monorel adalah salah satunya. Studi kelayakan akan segera dilakukan, apakah bisa menerapkan itu di Kota Bandung,” kata Wali Kota Bandung Dada Rosada, Selasa (2/11) di Balaikota Bandung.

Lebih lanjut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Prijo Soebiandono menjelaskan, sudah ada calon investor yang mengajukan proposal pembangunan monorel itu. Investor tersebut diminta melakukan studi kelayakan selambat-lambatnya Maret 2011.

“Rencananya trayek monorel itu akan menghubungkan Terminal Dago sampai kawasan alun-alun. Ada dua alternatif lokasi yang dilewati, yaitu rel dibangun di atas jalan raya atau di sisi Sungai Cikapundung,” ujar Prijo.

Jika proposal itu disetujui, investor akan membiayai semua pembangunan jalur kereta, dari pembangunan tiang penyangga hingga pengadaan gerbong kereta. Pemkot berperan mengeluarkan perizinan dan menyediakan lahan untuk tiang penyangga dan stasiun pemberhentian.

Prijo menuturkan, berdasarkan kunjungannya ke Kuala Lumpur akhir pekan lalu, dua gerbong monorel bisa mengangkut 300 penumpang sekaligus. Gerbong dengan kapasitas itulah yang rencananya dipakai di Kota Bandung. Lahan untuk membuat satu tiang penyangga diperkirakan 1 meter persegi.

Kondisi jalan di Kota Bandung saat ini sudah cukup sesak oleh kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan kota yang sering menimbulkan kemacetan. Pemakaian jalan sebagai fondasi tiang penyangga dikhawatirkan menambah kemacetan.

“Penggunaan kendaraan pribadi memang harus dibatasi. Tugas pemerintah adalah mendorong orang beralih memakai angkutan umum massal dengan adanya monorel nanti,” ujar Prijo.

Jumlah angkutan kota yang mencapai 5.521 unit, secara perlahan, akan dikurangi. “Angkot yang ada dan bus akan difungsikan sebagai kendaraan pengumpan (feeder). Mereka akan beroperasi mengantarkan warga dari permukiman menuju stasiun monorel,” kata Prijo. (HEI)

Sumber :
www.Kompas. com
Rabu, 3 November 2010

Comments (2)

  1. rute lebih baik di atas jalan raya krn lebih praktis pembuatannya daripada di sisi sungai cikapundung yang lebih banyak makan biaya karena harus menggusur perumahan penduduk dan harus memperbaiki lingkungan sungai…

  2. Yusuf S Martawidenda - Reply

    Setuju dengan rencana monorail atau bentuk transportasi massal lainnya yang murah, cepat aman dan nyaman bagi pemakainya, rakyat. Dari pada busway, saya lebih setuju tram atau monorail atau kereta listrik.

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>