Makna di Balik Lambang Kota Bandung

“Gemah Ripah Wibawa Mukti,” itulah motto Kota Bandung. Artinya, tanah subur rakyat makmur. Slogan tersebut tercantum pada lambang Kota Bandung, sesuai gambar di bawah ini:

Sumber: http://www.bandung.go.id
Sumber: http://www.bandung.go.id/

Lambang yang diresmikan pada tahun 1953 ini berbentuk dasar perisai, dengan makna perlindungan dari segala mara bahaya dan kesukaran. Adapun setiap warna pada lambang tersebut memiliki arti masing-masing:

  • Kuning untuk keluhuran.
  • Hitam untuk kekuatan.
  • Hijau untuk kemakmuran sejuk.
  • Putih untuk kesucian.
  • Biru untuk kesetiaan.

Pembentukan lambang Kota Bandung berawal dari penetapan Gemeente Bandung pada  tahun 1906. Gemeente adalah istilah untuk wilayah semacam kotamadya yang berada dalam kekuasaan Hindia Belanda. Nah, untuk kepentingan protokoler dan seremonial, setiap kota harus memiliki lambang kota sebagai simbol identitas yang khas.

Saat itu, dipilihlah kisah Danau Purba Bandung sebagai inspirasi untuk pembentukan lambang Gemeente Bandung. Lengkap dengan slogan berbahasa Latin, “Ex Undis Sol”. Lho, bahasa Latin? Ya, semboyan berbahasa Latin cukup populer pada masa itu. Cirebon, Malang, Blitar, dan Padang juga menggunakan bahasa Latin untuk membuat motto kota masing-masing. Dipikir-pikir, tren seperti ini sama halnya dengan slogan-slogan berbahasa Sansekerta, Kawi (Jawa Kuno), atau bahasa antik lainnya yang beredar di zaman modern. “Gemah Ripah Wibawa Mukti” pun diambil dari bahasa Kawi.

Sumber: http://cintabandung.com

Untuk memahami makna “Ex Undis Sol”, sedikit pelajaran bahasa Latin bisa membantu.

  • Ex artinya muncul atau berasal.
  • Undis artinya gelombang.
  • Sol artinya matahari.
  • Jadi, Ex Undis Sol bisa berarti matahari yang muncul dari gelombang.

Bingung? Semboyan yang sebetulnya ingin diungkapkan yaitu “tanah yang muncul dari gelombang”. Maksudnya, Bandung yang dulunya berupa gelombang (danau) kini berubah menjadi tanah (daratan). Lucunya, Gemeente Bandung salah menerjemahkan ‘tanah’ sebagai ‘sol’, padahal seharusnya ‘solum’. Jadi, slogan yang tepat adalah “Ex Undis Solum”.

Apa boleh buat, “Ex Undis Sol” bertahan sebagai motto Kota Bandung hingga akhirnya negara kita merdeka dan dibuatlah lambang kota yang baru, menggantikan warisan Kolonial Belanda.

Ada seloroh yang mengatakan bahwa “Ex Undis Sol”  justru menjadi kenyataan sekarang. Buktinya, ketika hujan turun wilayah Bandung dilanda banjir. Sebaliknya, panas matahari begitu menyengat setelah hujan reda.

Sumber:

> Kunto, Haryoto. 2008 . “Wajah Bandoeng Tempo Doeloe”, cetakan ke-4. Bandung: Granesia.

> http://www.bandung.go.id/

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>