Gado-gado Teuku Angkasa Bandung

Menu gado-gado berbumbu khas terbuat dari kacang asli dan kental ini memiliki banyak sekali peminat. Sayuran gado-gado terdiri dari kol, selada air, kentang, mentimun, ditambah telur serta kerupuk sebagai pelengkap. Tersedia juga menu lain, yaitu Nasi rames dengan aneka lauk, seperti kering tempe, ayam goreng, dan ayam bakar. Yap, Rumah Makan Tengku Angkasa memang menjadi salah satu tempat jajan dan makan legendaris bandung.

Rasanya tidak berubah masih seperti dulu, padahal sudah hampir 40 tahun lebih warung Gado-gado Tengku Angkasa bertahan. Dituturkan Yeni Yuliawati (49), tahun 1968, Atikah (alm), mertuanya, membuka warung gado-gado dan nasi rames di rumahnya Jalan Tengku Angkasa. Atikah membuka warung tersebut setelah memutuskan pensiun dari pekerjaannya sebagai koki hotel. “Setelah pensiun, ibu membuka warung ini,” tutur Yeni yang dipercaya untuk mengelola warung ini setelah Atikah meninggal tahun 2001. Dari awal dibuka, pelanggan sudah ramai. Dulu, kenang Yeni, pelanggan banyak dari kantor LIPI. Mereka bisa memesan sampai ratusan bungkus. Kini, berkat promosi dari mulut ke mulut, pelanggan datang dari berbagai kalangan. Entah itu mahasiswa, pegawai kantoran juga mahasiswa.

Pelanggan tak berhenti datang terlebih menjelang makan siang. Yeni dan tujuh pegawainya pun kian disibukan dengan pesanan-pesanan gado-gado di samping pelanggan yang memilih makan nasi rames. Yeni menuturkan, dulu ketika usaha baru dimulai, ibunya pernah bercerita hanya cukup dengan satu panci kecil bumbu kacang, kini, dalam satu hari bisa menghabiskan sampai 3 panci besar bumbu kacang atau sekitar 18-20 kilogram kacang tanah. “Apalagi kalau Lebaran bisa sampai 6 panci,” ujar istri dari putra pertama Atikah, Harjo. Yeni mengaku mereka tidak berpromosi apapun. Meski sesekali Gado-gado Tengku Angkasa diajak dalam festival-festival kuliner.

Tak hanya akhir pekan, setiap harinya, Gado-gado Tengku Angkasa hiruk pikuk pembeli. Meski begitu Yeni tidak berniat mengubah menjadi rumah makan dengan metode pelayanan yang kaku. Pelayanan masih seperti dulu. Pelanggan cukup memesan lewat jendela rumah yang dibuka. Yeni dan pegawainya langsung sigap meracik gado-gado. Gado-gado Tengku Angkasa dibuka sejak pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 17.00 WIB.

Sumber : detik.com