Archived entries for Kuliner

Makan Dimsum All You can Eat di Bandung? Ada dong!

Kamu suka dimsum? Dan suka makanan all you can eat? Nah, kalo gitu info ini cocok banget buat kamu. Continue reading…

Pancake Siap Saji di Bandung, Nyam!

Makan cemilan di restoran cepat saji? Siapa bilang nggak bisa? wingz O Wingz menyediakan aneka menu ringan atau dessert untuk anda. Salah satu camilan andalan Wingz O Wingz adalah pancake. Dalam satu hari saja, sekitar 40 porsi pancake bisa terjual di sini. Pancakenya disajikan dengan 5 pilihan ice cream, di antaranya yakni Banana, Oreo, dan pancake yang cukup best seller yaitu Raisin. “Raisin adalah pancake yang disajikan dengan saus blueberry ditambah dengan topping kismis. Banyak yang suka ini,” ujar Owner Wingz O Wingz, Ferry Yogasona Gunawan.

Pancake  di Wingz O Wingz ini mempunyai tekstur yang berpori. Sehingga saat disantap tidak akan begitu kenyang seperti menyantap roti atau kue. “Sausnya juga kita bikin sendiri, karena kalau impor itu kan susah sampai nemu yang pas. Jadi kita modif sendiri,” terang Ferry. Selain pancake, camilan yang bisa dipilih yakni beef burger cheese burger, garlic bread, onion ring, dan lainnya.

Beberapa minuman seperti softdrink atau olahan kopi juga bisa dipesan sebagai teman ngemil anda. Minggu depan akan ada juice bar juga untuk menambah menu minuman. Di tempat ini anda juga tetap bisa menjelajah dunia maya dengan fasilitas free wi-finya.
Tempatnya cukup nyaman, meski tidak begitu luas. Interiornya didominasi oleh warna merah dan kuning. “Saya pernah baca di majalah, kalau warna merah itu membangkitkan selera makan juga,” ungkap Ferry.

Wingz O Wingz juga mengusung konsep open kitchen. Di bagian tengah ruangan, ada mini bar yang bisa langsung melihat ke dapur. Sore atau malam ini coba saja mampir ke Jalan Naripan No 42. Tempat ini buka mulai pukul 10.OO WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Sumber, gambar.

 

 

Jajan Manis Tradisional di Bandung

Bosan dengan kuliner mahal di restoran-restoran Bandung?

Nyam! Kue-kue manis dalam gerobak ini juga terlihat begitu menggiurkan untuk dicicipi. Tak hanya karena harganya yang murah saja, penganan-penganan kaki lima ini juga mudah ditemukan di sepanjang jalanan kota Bandung. Rasanya pun cukup membuat lidah ketagihan, terutama bagi para penikmatnya yang masih duduk di bangku sekolah.

Mungkin bagi pembaca yang belum mengenal jajanan ini lebih jauh akan merasa bertanya-tanya, apa enaknya sebuah kuliner jalanan bila dibandingkan dengan kue-kue kota yang kebarat-baratan.  Ya, tak kenal maka tak sayang, sebelum berasumsi, ada baiknya kamu mencoba mengenali penganan-penganan ini lebih jauh, bersama bocoran info seru yang akan kami berikan. So, langsung cek uraian berikut ini yuk!

Si Manis Kue Cubit
Meskipun bentuknya sederhana – bulat kekuningan dengan messes yang bertaburan di atasnya – kue cubit merupakan salah satu jenis kue manis jalanan yang cukup laku keras. Rasanya yang manis begitu menarik perhatian para pelanggannya untuk selalu ketagihan cemilan gerobak tersebut. “Paling enak kalau dimakannya masih setengah matang, rasanya kayak lembut-lembut anget gitu.” ujar  Marchseu, salah satu penikmat kue yang jadi favorit para siswa SD ini.

Cari Dimana? Kamu bisa menemukan gerobak penjaja kue cubit hampir di seluruh area halaman sekolah kota Bandung, dan juga di sepanjang Jalan Otto Iskandar Dinata, Kepatihan dan juga Dewi Sartika.
Teman Baiknya? Kue cubit dan segelas es teh manis diduga mampu melegakan lapar dan dahaga bagi kamu yang sedang berwisata belanja di sekitar Jalan Otto Iskandar Dinata.

Si Hijau Kue Ape
Warna hijaunya memang terlihat sangat eye-catching. Bentuknya pun menyerupai UFO, jadi tidak heran bila banyak anak kecil yang menggemarinya. Bagian tengahnya agak menggunduk, dengan rasa yang lembut dan sangat manis, terasa kontras dengan bagian pinggir yang lebih renyah dn crunchy di gigi. Kue unik ini biasa disebut dengan kue ape, atau juga dikenal sebagai serabi Jakarta. Walau berasal dari ibukota, namun ternyata, penganan ini pun sudah menjadi salah satu identitas baru kota Bandung. Hmm.. tampak menggiurkan bukan?

Cari Dimana? Gerobak kue ape ini biasanya bertengger manis di beberapa halaman sekolah dan beberapa spot keramaian kota Bandung, seperti daerah Pasar Baru, Mesjid Agung, dan Jalan Kepatihan.
Teman Baiknya? Kolaborasi penganan manis, bercampur dengan jus segar ataupun es campur mampu menjadi pasangan cemilan yang tepat untuk mengisi panasnya siang ini, kawan!

Bandros Meni Raos
Bila dua penganan di atas berbentuk bulat dan melingkar, maka bandros dilihat tampak atas ini lebih membentuk sebuah persegi panjang. Namun, bila diangkat dari atas cetakannya, maka terlihat ruang terpetak-petak, berisikan adonan yang telah dituangkan dengan rapi. Pada umumnya, bandros atau yang dikenal juga sebagai kue pancong ini terbuat dari serat kelapa dan tepung beras, sehingga rasanya pun cenderung asin. Tetapi, kamu akan menemukan bandros manis di kota Bandung ini, yaitu bandros kekuningan yang menggunakan tepung terigu, gula pasir dan telur ayam sebagai bahan dasarnya. Lezat disantap selagi hangat, hmmm.. yummy!

Cari Dimana? Gerobak dorong atau panggul penjaja Bandros ini sering beredar dari satu kompleks ke kompleks perumahan yang lain, jadi kamu tak perlu keluar rumah untuk mencicipi bandros hangat nan mantap ini. Selain itu, pusat keramaian kota seperti Jalan Dago, Jalan Riau dan Jalan Otto Iskandar Dinata pun banyak memiliki beberapa gerobak penjaja bandros di dalamnya.
Teman Baiknya? Teh tarik beserta bandros hangat bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menemani waktu sarapanmu kali ini.

Masihkah kamu memandang kue-kue manis kaki lima ini sebagai kue murahan dengan rasa yang minimal? Yaps, itu artinya, kamu harus mencicipi cemilan maknyus ini dengan lidahmu sendiri, pembaca! Selain harganya yang murah, anggota keluarga penganan manis ini pun bisa ditemui dimana-mana. Jadi, tunggu apalagi? Langsung angkat kakimu, kunjungi spot-spot tersebut, dan rasakan sensasinya! Selamat mencoba!

Sumber, gambar.

 

 

 

Kuliner Jerman di Soldattenkaffe Bandung

Soldattenkaffe, yang interiornya unik ini,  mempunyai makanan yang cukup beragam. Mulai dari makanan Eropa, Asia, hingga makanan tradisional Indonesia. Untuk makanan Jerman, Henry (33) selaku pemilik Soldatenkaffe menyajikan menu Schnitzel. Atau kalau di Indonesia, Menurut Henry sajiannya mirip Chicken Katsu. “Saya sajikan menunya memang tidak sepenuhnya Jerman. Karena kalau mayoritas Jerman tidak ada nasinya. Ya disesuaikan dengan lidah Indonesia saja,” kata Henry.

Oh ya, jangan heran saat datang ke kafe ini Anda akan menerima suguhan ‘welcome snack’ yang cukup unik, yakni kue bernama Kokonus Makrun atau Roti Dampfnudela. Keduanya merupakan makanan yang kerap disantap orang-orang Jerman. Kokonus Makrun adalah semacam kue kering yang terbuat dari kelapa dan putih telur. Biasanya kue tersebut disantap sebagai teman minum kopi. Sementara Roti Dampfnudela adalah roti yang bertekstur sedikit keras yang disantap dengan menggunakan fla manis yang terbuat dari susu.

“Kebetulan saya punya pabrik roti di Cianjur, pabriknya sudah ada dari jaman Belanda. Kebetulan ada resepnya, jadi saya coba bikin roti-roti Eropa juga. Khasnya roti di sana memang agak keras, tidak seperti roti taiwan yang empuk-empuk,” ujar Henry yang juga mengelola Toko Roti Tangkengcu di Kabupaten Cianjur. Selain itu, camilan seperti kue bangket dan American Nut Coockies juga bisa Anda temui di kafe ini. Sementara untuk minuma, kafe ini menjagokan bir-bir impor, seperti  bir merek Hoegarden dari Belgia, dan merek Erdinger dari Jerman. Harga bir impor ini bervariasi, mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 100 ribu.

Namun bagi anda yang tidak suka mengkonsumsi bir, menu minuman lain seperti orange juice hingga bandrek bisa anda pilih sebagai teman nongkrong di kafe ini. Kafe yang berada di Komplek Paskal Hypersquare ini buka dari pukul 10.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Sumber, gambar.

 

Melirik Kuliner Bandung Selatan

Menggeliatnya kehidupan dan industri kuliner di Kota Bandung sebenarnya bukan tanpa , masalah. Selain belum ada tata ruang yang jelas mengenai peruntukan sentra-sentra kuliner yang ada, perkembangan kuliner juga cenderung mengarah ke tengah dan utara Bandung. Konsekuensinya, kedua kawasan itu ketiban beban persoalan, berupa kemacetan yang kian menjadi-jadi akibat meningkatnya volume kendaraan.

Akibatnya, rasa nyaman menjadi komoditas yang mahal, bukan hanya bagi warga sekitar, tetapi juga bagi para pemburu kuliner itu sendiri. Belum lagi ditambah oleh persoalan lain, kian langkanya lahan parkir. Bagaimanapun, kehadiran konsumen dengan beragam kendaraannya, membutuhkan ketersediaan area parkir yang memadai. Padahal, lahan parkir kian terbatas. Jika pun ada, sering memunculkan pertengkaran, yang berujung pada hilangnya rasa nyaman.

“Berburu kuliner di kawasan Bandung utara dan tengah bukan tanpa risiko, terutama risiko terjebak kemacetan. Soalnya, yang senang berburu kuliner di Kota Bandung bukan hanya kita orang Bandung, tetapi juga orang-orang luar kota. Lihat saja kendaraan yang memadati kota, kebanyakan berpelat nomor B,” kata Dion Widjaja, manajer Peta Square, sentra kuliner baru yang terletak di Jln. Peta 256 Bandung.

Atas alasan itulah, menurut Dion, ada baiknya warga dan pemburu kuliner, mulai melirik potensi kuliner yang ada di kawasan selatan Bandung. Apalagi, belakangan mulai bermunculan tempat atau sentra kuliner baru di kawasan tersebut “Hanya, keberadaan sentra-sentra kuliner tersebut masih kurang diketahui,” kata Dion.

Lulusan Marketing/Manajemen dan Psikologi Monash University Australia ini pun memberanikan diri terjun ke bisnis kuliner dengan memilih lokasi di kawasan Bandung selatan. Dion yakin, kawasan Bandung selatan akan menjadi alternatif wisata kuliner Kota Bandung. Tentu saja dengan satu syarat, Pemkot Bandung serius menggarap potensi tersebut.

“Kalau pemkot sungguh-sungguh menggarap wisata kuliner, saya rasa sangat memungkinkan, apalagi warga Jakarta sudah cukup gerah dengan kondisi kepadatan dan kemacetan di Jakarta. Mereka yang ingin menghindari keadaan.serupa di Bandung utara dan tengah, tentunya akan beralih ke Bandung selatan, ujar Dion seraya menyebutkan sekarang sudah beroperasi Festival City dan hotel di sekitar Jln. Peta.

Jika bisnis kuliner berkembang di kawasan Bandung selatan, menurut Dion, bukan saja menjadi alternatif dan solusi dalam mengurai problem kemacetan yang ada di Kota Bandung, tetapi pada saat yang sama juga membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja. “PAD otomatis masuk ke pemkot, angka pengangguran bisa sedikit dikurangi,” katanya.

Dede Rohman, pengelola es campur Pak Utuy setuju dengan pendapat Dion. Kian menyebarnya sentra-sentra kuliner di Kota Bandung sangat baik bagi perkembangan industri kuliner itu sendiri. “Secara bisnis, saya sangat setuju jika industri kuliner berkembang di kawasan selatan, tidak melulu di tengah dan utara,” kata Dede yang bersama saudaranya mengelola sejumlah gerai es campur dengan merek Pak Utuy. “Induk kami memang ada di Jalan Sade-wa, tetapi alhamdulillah, kami j Jga punya beberapa outlet di sejuirilah sentra kuliner. Termasuk di Peta Square ini,” . lcata Dede yahg menyebut salah satu menu andalannya adalah es alpuket negro.

Begitu pula dengan Aditya, wiraswasta asal Kopo Kencana Bandung, sangat senang jika sentra kuliner juga berkembang di kawasan Bandung selatan. “Itu akan lebih bagus, karena orang-orang seperti saya tidak harus kejebak saat berburu kuliner. Yang penting rasa dan suasana. Jika dua hal itu terpenuhi, saya kira orang akan berdatangan dengan sendirinya,” kata Aditya, penggemar iga bakar dan jenis-jenis mi ini.

Sumber : Pikiran Rakyat

Wisata di Kampung Gajah Bandung

Mencari Alternatif baru wisata di Kota Bandung?

Bagaimana kalo kita tengok Kampung Gajah.

Eiitss…jangan membayangkan Kampung Gajah seperti Way Kambas di Lampung dimana banyak gajah berkeliaran. Kampung Gajah yang berlokasi 3,8 Km dari teminal Lembang ini, merupakan tempat wisata keluarga yang bertema : Wisata, Belanja, Kuliner.

Terletak di kawasan Bandung Utara yang sejuk, pengunjung dapat menikmati pemandangan Kota Bandung dan Pegunungan yang mengelilinginya. Tersedia berbagai macam permainan yang dapat dinikmati sekeluarga antara lain : ATV Mini, ATV Cross, ATV Adventure, Buggy Mini, Buggy Cross, Segway, Children Play Ground, Horse Riding, Body Cycle, Sky Rider, dan Delman. Selain itu akhir akhir ini ditambahkan permainan baru seperti Aqua Boat, Mini Train, Bungee Trampoline, Formula Karting.

Selain permainan-permainan yang mengasyikkan, Kampung Gajah juga menyediakan aneka wisata kuliner yang siap memanjakan lidah anda. Tinggal pilih untuk menikmati masakan Eropa, Jepang, Sunda, atau masakan Tradisional lainnya. Semua dapat ditemukan di food stand , Resto & Café serta Bar & Lounge yang berada di sekitar area Kampung Gajah.

Untuk anda yang gemar berbelanja, jangan khawatir bosan, di Kampung Gajah terdapat festival Distro dan Outlet. Tidak kalah dengan yang ada di tengah Kota Bandung. Jadi sambil bermain anda juga dapat berbelanja.

Kampung Gajah buka setiap hari pukul 08.00 – 23.00 WIB, dan saat ini sedang ada “Special weekdays promo” Discount 30%. Jadi…jadi…tunggu apalagi? kalau anda mencari alternatif wisata di Kota Bandung, Kampung Gajah bisa menjadi pilihan yang menarik.

Untuk info lebih lanjut:

Hot Line (022) 2784545 atau (022)2784646

atau cek di http://www.kampunggajah.com/


Kampung Gajah

Jalan Sersan Bajuri Km 3,8 Bandung.

Berburu Lotek di Bandung

Ada yang belum tahu Lotek? Sini saya jelaskan dulu Lotek itu mirip dengan pecel: rebusan sayuran segar yang disiram dressing  berupa sambal  dicampur bumbu kacang. Keunikannya, sebagai bahan sambal di samping kacang seringkali ditambahkan tempe dan dalam bumbunya ditambahkan terasi, gula merah, dan bawang putih. Secara umum, lotek terasa lebih manis daripada pecel. Selain itu, kalau sambal pecel bumbu sudah dicampur sebelumnya, untuk lotek bumbu baru ditambahkan ketika akan dihidangkan.

Nah, kemana mencari lotek yang mantab di Bandung:

  1. Lotek Cihapit, Jalan Cihapit No.6
  2. Lotek Ceu O’om, Jalan Alkateri (022 420 1207)
  3. Lotek Buah Batu Harry Thea, Buah Batu 157
  4. Lotek Buah Batu, Buah Batu 171
  5. Lotek dan Rujak Cipaganti, Jalan Cipaganti
  6. Lotek Kalipah Apo, Jala Kalipah Apo No.42 (022 420 5983)
  7. Lotek macan, Jalan Macan 19 (022 730 1425)
  8. Lotek Mahmud, Jalan Mahmud IV No.9 (022 601 0347)
  9. Lotek Moh. Ramdan, Jalan Moh Ramdan
  10. Rumah Makan Lotek, Jalan Astiona 17.

Nah, selamat berburu Lotek pembaca!

Continue reading…



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. This blog is proudly powered by Wordpress and uses Modern Clix, a theme by Rodrigo Galindez.