Archived entries for Berita

Lebaran Sale di BSM Mulai!

Kebutuhan Idul Fitri sudah di depan mata? Mungkin bisa kamu cicil dari sekarang, mumpung di BSM sedang ada Lebaran Sale, start today! Continue reading…

AIESEC Bandung Recruitment

AIESEC Bandung Recruitment for member and exchange participants is already open guys! are you ready for the biggest selection in this uber cool organisation? Of course we’re gonna make it huge!

We will open stands in over 12 universities around Bandung, like ITB, Unisba, STBA, Maranatha, Unpar, UPI, NHI, Unpas, UNPAD (jtnangor, DU, dago pojok), Itenas, Widyatama, ITHB, Polban and Telkom. We will also open stand in the big student events like Student day in Unpad and OHU ITB on 6th of August, and student expo Unpar on 23-24th of August. The timing of daily openstands in the other universities will be announced soon.

Applicants can get the form from Amanda t(082112107449) and Hana (087823369286) as the coordinators of this program. The form is only for Rp.10.000,-. After filling the form, the applicants will have the selection process which is Focus Group Discussion and if they passed, they will having an interview selection.

 

Green Sunda(y): Bazar SMA 7 Bandung

Catat tanggalnya ya: July 30th 2011 “Green Sunda(y)” present: @endahNrhesa, arumba(ex. IMB2) n more.

Presale ticket  Rp. 20.000 only @sman7bdg. Ekskul perform : Degung, Seven Dancer (md), @bosmat7, Glamazon (cheers), #GOSH7 (vocal group), @sevenpercussion Harga tiket smpai tgl 24 Juli : Rp.20.000 | Tanggal 25-28 Juli : Rp. 25.000 | Tanggal 29-30 Juli 30rbu. Ayo beli dari sekarang, tiket presale dapat dibeli di sekretariat OSIS @sman7bdg atau hubungi @waldighifari (082116974330) dan @ekanovianaa (081809752092).

Sampai bertemu! :)

All You Can Eat di Hotel Bandung

Siapa bilang makan di restoran Hotel Bandung itu mahal? Eits, tunggu dulu, di Hotel Luxton yang berada di Jalan Ir Juanda Nomor 18, Anda bisa menikmati 48 sajian hotel sepuasnya hanya dengan harga Rp 60 ribu ++ saja. Asik kan? Program Lunch Buffet All You Can Eat ini bisa dinikmati pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu di setiap minggu, mulai dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, seluruh makanan yang ada bisa dinikmati sesuka Anda.

Mulai dari Main Island, Hot Corner, Cold Corner, Tradisional Corner dan Delicacy The Luxton.

“Setiap harinya, hampir 50 menu disajikan untuk Lunch Buffet All You Can Eat ini. Menyantap sajian hotel berbintang yang lezat dan mewah kini dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau,” ujar Anggia Elgana, Asst Public Relations Manager The Luxton kepada wartawan.

Pada Main Island, Anda bisa memilih beragam makanan utama, mulai dari nasi, aneka masakan daging ayam, sapi, kambing dan seafood yang tersaji menggoda. Di Hot Corner ada berbagai pilihan pasta, waffle atau pancake. Sementara untuk pengemar makanan lokal khas Indonesia, ada Tradisional Corner. Ada nasi kuning, nasi uduk, kacang rebus, gado-gado dan aneka makanan khas nusantara lainnya di sini. Usai makanan berat, smabangi Cold Corner yang terdiri dari aneka buah dan bumbu rujak, salad, dan jus. Jangan lupa cicipi Delicacy The Luxton seperti cheese cake atau tiramisu.

“Coba kalau makan siang di restoran, misalnya makan spaghetti, nasi dengan lauk lengkap ditambah minum jus itu bisa habis lebih dari Rp 60 ribu. Sementara di sini dengan harga yang sama bisa dapat semua,” katanya. Para tamu dapat memanjakan lidahnya dengan sajian kualitas prima dari chef Xquisite Resto yang menunya berganti setiap harinya. Jadi, sekarang tak lagi segan untuk bisa sering-sering makan di hotel kan?

Sumber, gambar.

Vote & Datang ke #LastShow Mocca Band

sayemxbara

Mocca. Yes, band ciamik asal Bandung ini akan menggelar konser terakhirnya Juni ini. Mereka akan vakum untuk waktu yang belum ditentukan. Nah, buat para Swinging Friends yang penasaran, pantau terus kabar mereka via twitternya di @moccaofficial.

Sesuai gambar di atas, Mocca juga masih meminta dukungan voting di www.mx-works.com, Production House yang bergerak dalam bidang Videography, khususnya penggarapan Videoclip. Mocca memang tampak masih aktif, bahkan via akun twitternya, mereka masih bersedia dikontak dan dipangil main sebelum konser terakhirnya ini dilaksanakan.

Ini dia cuplikan Twitter mengenai kabar terakhir #LastShow Mocca.

moccalastshow

Apakah pembaca Bandungstraat ada yang merupakan fans Mocca? Kalau begitu jangan sampai kelewatan konser terakhir mereka ini ya :)

Pariwisata Bandung Terancam Jenuh

Wisata Bandung Terancam Jenuh

Perkembangan pariwisata di Bandung Raya, khususnya di Kota Bandung diprediksi akan mengalami kejenuhan pada tahun 2013. Ancaman ini akan menjadi kenyataan, terutama  jika tidak ada perbaikan infrastruktur jalan raya dan pemecahan masalah kemacetan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Promosi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bandung, Doddy Iriana Memed, Rabu (12/1).

Menurut Doddy, tanda-tanda penurunan produktivitas kepariwisataan di Kota Bandung sudah mulai terasa dengan potensi penurunan tingkat kunjungan sekitar 15 persen. Salah satu penyebab penurunan itu antara lain akibat kemacetan lalu lintas di dalam kota serta kondisi infrastruktur jalan yang rusak. Akibat kemacetan dan jalan rusak itu jumlah lokasi kunjungan menjadi berkurang, bahkan berakibat semakin berkurangnya durasi wisata di Bandung.

“Saat ini wisatawan ke Bandung masih booming, khususnya pada libur panjang dan akhir pekan. Namun hari-hari biasanya tidak ada pertumbuhan yang berarti,” katanya. Pamor Bandung sebagai destinasi utama untuk masa liburan memang terhitung masih tinggi.  Pada perayaan tahun baru kemarin saja, Bandung menghasilkan pendapatan yang sangat besar (Baca: Tahun Baru 2011, Bandung Meraup Ratusan Miliar).

Tingkat kunjungan wisata yang masih tinggi, khususnya untuk wisata belanja dan kuliner, jangan sampai membuat Kota Bandung terlena. Diperlukan adanya promosi terus menerus. Menurut Doddy, salah besar jika kita beranggapan bahwa Bandung tidak perlu melakukan promosi karena para wisatawan datang sendiri ke Kota Bandung.

“Itu keliru, wisatawan tidak datang sendiri. Mereka datang mungkin hasil upaya pembangunan kepariwisataan di Bandung beberapa tahun lalu. Promosi harus dimaksimalkan, terlebih Bandung merupakan salah satu pintu masuk dari luar negeri setelah dibukanya jalur Bandung – Kuala Lumpur dan Bandung – Singapura,” kata Doddy.

Doddy menambahkan, daerah lain seperti Jateng, Jatim dan Sumbar melakukan promosi wisata dan perbaikan sarana wisata secara maksimal dengan dukungan dana yang memadai. Oleh karena itu, jangan sampai peluang pasar wisata yang kita miliki direbut daerah lain.

Di samping perbaikan infrastruktur jalan dan mengatasi kemacetan, Bandung juga masih memerlukan alokasi anggaran yang memadai. Hal ini terkait dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai instansi yang mengurusi pariwisata. “Anggaran untuk pengembangan kepariwisataan terus menurun, termasuk bantuan bagi pengembangan daerah wisata juga menurun. Itu jelas harus dikembalikan agar gairah pariwisata bisa dipertahankan,” terang Doddy.

Sumber: antarajawabarat.com dan kompas.com
Foto dokumentasi kompas.com

Gasibu Steril Mulai Minggu Ini

Jalan-jalan keliling kota Bandung di hari Minggu? Sudah pasti kita akan menghindari kawasan Gasibu. Area tersebut terkenal macet karena dipadati pedagang kaki lima (PKL).

Kemacetan Gasibu

Kemacetan Gasibu

Nah, mulai Minggu (31/1) ini,  jalan-jalan di sekitar Gasibu akan dikembalikan fungsinya sebagai jalur kendaraan. Jl. Surapati, Jl. Sentot Alibasjah, dan Jl. Diponegoro akan dikosongkan dan dibebaskan dari PKL. Penertiban ini akan dilakukan bertahap selama satu bulan.

“Seluruh PKL yang biasanya menempati ruas jalan itu, Minggu pagi besok silakan mengatur dirinya masing-masing untuk berjualan hanya di dalam Lapangan Gasibu dan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat untuk sementara. Setelah empat minggu, baru nanti Lapangan Gasibu akan betul-betul disterilkan dari PKL,” ungkap Timbul Butarbutar, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Bandung.

Untuk menjaga fungsi jalan sebagaimana mestinya dan tak ada lagi PKL yang berjualan di sana, selama sebulan atau empat minggu petugas akan menjaga ketiga ruas jalan tersebut. Setelah empat minggu, kata Timbul, pemkot akan memperbaiki fungsi Lapangan Gasibu sebagai tempat olahraga dan aktivitas masyarakat. PKL bisa pindah berjualan, namun pemkot tak akan melakukan relokasi ataupun memberikan kompensasi. Menurut Timbul, PKL Gasibu merupakan pedagang mobile yang biasa berpindah tempat. Sebagian juga memiliki kios di tempat lain. “Jadi ya silakan kembali ke tempat asal mereka,” tegasnya.

Sedikitnya 300 personel dari Satpol PP, Dishub, Kepolisian, TNI dan aparat kewilayahan akan diturunkan untuk menertibkan kawasan Gasibu. Ferdi selaku anggota Satpol PP mengatakan, “Kita tidak bermaksud memerangi PKL, tapi kita ingin Bandung bersih dan tertib serta memfungsikan kembali jalan agar masyarakat bisa nyaman.”

Dikatakan oleh Ferdi, pihak Satpol PP sudah mengajak partisipasi dari komunitas PKL. Bahkan seminggu sebelumnya pun di pasang empat spanduk sebagai sosialisasi pengosongan ketiga jalur. “Kita sudah lakukan sosialisasi dan meminta mereka untuk berdagang, dan tidak menimbulkan kemacetan jalan raya. Saya kira PKL yang masuk ke Gasibu bisa mengaturnya,” tandasnya.

Pihak Kapolrestabes Bandung menambahkan, penertiban ini merupakan upaya mengatasi keluhan masyarakat tentang kemacetan di sekitar Gasibu setiap hari Minggu. Hal ini juga terkait keamanan jembatan Pasupati yang sempat mengalami keregangan.

Sumber:
300 Personal Sterilkan Gasibu
Mulai Minggu (23/1) PKL Gasibu Akan Ditertibkan

Gambar dokumentasi Galamedia.

Selamat Jalan Elfa Secioria

Sabtu (8/1), musikus dan komposer Elfa Secioria berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Mengingat dedikasi yang telah diberikan Elfa untuk pertunjukan dan pendidikan musik Indonesia, kita merasakan kehilangan besar akan kepergiannya.

Elfa Secioria

Perjalanan karier Elfa  di dunia musik berkaitan erat dengan Kota Bandung. Lahir pada tahun 1959, di usia 5 tahun Elfa mulai berlatih piano dengan  ayahnya (Hasbullah Ridwan) yang berprofesi sebagai polisi militer sekaligus konduktor dan pemain musik. Tahun 1967, Elfa membentuk kelompok musik pertamanya, sebuah grup jazz junior bernama Trio Ivade. Sewaktu kelas lima SD, Elfa telah menjadi pemain profesional dengan bermain vibrafon di Hotel Savoy Homann, Bandung. Hingga SMA, Elfa kaya pengalaman bermain musik di kelab-kelab di Bandung. Adalah Kapten Anumerta F.A Warsono, pimpinan Orkes Simfoni Angkatan Darat Bandung, yang membimbing Elfa dalam mempelajari teori, komposisi, karakter instrumen, sampai sejarah musik.

Pada 8 Agustus 1978, Elfa membentuk kelompok vokal Elfa’s Singers. Hingga saat ini Elfa’s Singers telah merilis tujuh album. Album yang terakhir dirilis pada tahun 2008 dalam rangka perayaan 30 tahun eksistensi mereka di musik Indonesia. Menurut Elfa, album itu dibuat sebagai wujud syukur atas keberhasilannya bertahan selama ini.

Memiliki minat terhadap pendidikan musik, pada 1981 Elfa mendirikan Elfa Music Studio (EMS) di Bandung, dan kini telah berkembang sampai ke Yogyakarta, Garut, Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Banyak penyanyi kawakan yang lahir dari tangan Elfa Secioria yang turut memberi warna dalam kancah musik tanah air. Sebut saja Trie Utami, Ruth Sahanaya, Yana Julio, Rita Effendy, Lita Zein, Agus Wisman, Uci Nurul, Yovie Widiyanto hingga penyanyi muda Sherina dan Andien.

Murid-murid yang berbakat dikumpulkan Elfa untuk tur ke luar negeri dalam rangka musik dan budaya Indonesia. Ada kelompok Elfa’s Jazz & Pop Singers yang sudah menelurkan 18 album dengan penjualan bebih dari 3 juta kopi. Ada juga Elfa’s Choir yang terdiri dari 32 penyanyi, menghasilkan paduan suara yang terkenal untuk membawakan reportoar kosmopolitan dengan gaya Indonesia. Kemudian Elfa’s Children Choir, Elfa’s Big Band, Elfa’s Ethnic Choir, dan Elfa’s Bossas. Semua kelompok bentukan Elfa tersebut sudah unjuk gigi di ajang musik nasional maupun internasional. Begitu banyak penghargaan yang telah diraihnya. Pada kejuaraan Choir Olympic (sekarang World Choir Games) yang diikuti oleh Elfa dan kawan-kawan sejak tahun 2000, mereka tidak pernah pulang ke tanah air dengan tangan hampa.

Banyak orang merasa telah belajar begitu banyak dari Elfa. Bahkan beberapa teman di sekitar saya pernah diajari langsung oleh Elfa sewaktu kursus di EMS. Beliau menumbuhkan tekad untuk menciptakan musik yang indah dan berkualitas, serta semangat untuk tampil di kancah internasional dengan menunjukkan nilai-nilai lokal Indonesia.

Selamat jalan Elfa Secioria, kami akan selalu mengenang jasa besarmu bagi dunia musik Indonesia.

Sumber:
ELFA SECIORIA – Milestones
Facebook Page Elfa Secioria
Elfa Secioria dalam Kenangan
Elfa Secioria, seorang jenius itu telah pergi…

Tahun Baru 2011, Bandung Meraup Ratusan Miliar

Libur tahun baru 2011 kemarin, tempat-tempat wisata dipadati oleh turis. Begitu pula dengan Kota Bandung yang baru-baru ini meraih penghargaan Indonesia Tourism Award 2010 kategori The Most Favorite City The Best Service City.

Tidak mengherankan jika terjadi kemacetan di mana-mana menjelang malam pergantian tahun di Bandung. Beberapa ruas jalan protokol di Kota Bandung, seperti Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Cihampelas, dan kawasan Lapangan Gasibu dipadati arus kendaraan bermotor. Bahkan arus lalu lintas dari kawasan Dago menuju pusat perbelanjaan Bandung Indah Plasa (BIP) di Jalan Merdeka  nyaris tak bergerak dikarenakan suatu acara hiburan musik. Begitupun arus lalu lintas dari Pintu Tol Pasteur Bandung, antrean memanjang terlihat dari pintu keluar Tol Pasteur hingga jembatan Jalan Layang Paspati menuju Lapangan Gasibu.

Dengan ramainya situasi Kota Bandung pada masa libur tersebut, perputaran uang yang terjadi diperkirakan mencapai Rp 236,6 miliar. Alokasi terbanyak dihabiskan untuk menginap, belanja pakaian di puluhan factory outlet dan distro, serta wisata kuliner.

Ditemui pada hari Minggu (2/1), Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Jabar Herman Muchtar menyampaikan bahwa lebih dari 52.000 wisatawan dalam dan luar negeri membanjiri kota itu setiap harinya selama satu pekan sebelum malam pergantian tahun. ”Rata-rata belanja seorang wisatawan berkisar Rp 300.000-Rp 1 juta per hari,” ujarnya. Dengan asumsi itu, nilai uang yang dibelanjakan wisatawan per hari sekitar Rp 33,8 miliar atau Rp 236,6 miliar selama sepekan.

Semua kamar hotel di Bandung yang berjumlah 14.000 unit pun habis dipesan terutama pada malam pergantian tahun. Tujuan utama wisatawan ke Bandung masih berbelanja busana dan kuliner. Wisata luar ruang pun menarik wisatawan yang bepergian bersama keluarga. ”Mulai muncul banyak wisata luar ruang di Lembang dan Ciwidey,” kata Herman.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Priana Wirasaputra mengatakan, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung pada November 2010 dari jasa penginapan Rp 78 miliar, restoran Rp 73 miliar, dan hiburan Rp 25 miliar. ”Saya yakin pada Desember 2010, angka PAD melebihi realisasi bulan November,” ujarnya.

Sumber: kompas.com, antaranews.com, tribunjabar.co.id
Ilustrasi: http://chaoticreation.blogspot.com

Maskapai Penerbangan Baru dari Bandung

Bandara Husein Sastranegara

Bandara Husein Sastranegara

Tahun depan, Bandung akan dikunjungi lebih banyak wisatawan. Hal ini terkait dengan rencana penambahan rute penerbangan dari luar negeri menuju Kota Bandung. Bandara Husein Sastranegara pun dibenahi dengan pembangunan overlay yang tak lama lagi akan selesai.

Selain dari Malaysia dan Singapura, tahun depan akan ada rute penerbangan dari Brunei Darussalam, Bangkok, dan Hong Kong menuju Bandung. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengungkapkan bahwa jika Bandara Husein Sastranegara selesai melakukan overlay, pesawat yang digunakan maskapai penerbangan juga akan berubah. Hal tersebut disampaikannya seusai meresmikan Factory Outlet Wanted di Jl. Kebonkawung, Minggu (19/12).

Tidak hanya rute penerbangan yang bertambah, tapi juga maskapai penerbangan. Heritage Air, maskapai yang dirintis Kagum Group, akan melayani penerbangan Kota Bandung dengan dua kota di Malaysia, Malaka dan Kuala Terengganu. Untuk merealisasikannya, Kagum Group bermitra dengan Kemuning Group asal Malaysia.

“Rencananya dalam satu hari akan ada dua kali penerbangan,” dijelaskan oleh Henry Husada selaku owner Kagum Group. Pesawat yang akan digunakan adalah lansiran British Aerospace (BAe) dengan kapasitas penumpang 98 orang. Rute dari Malaysia-Bandung sengaja dipilih karena ingin menjadikan Bandung sebagai tempat tujuan wisata. “Kami menilai bisnis penerbangan Bandung-Malaysia bagus sebab pasarnya masih terbuka luas. Mereka (orang Malaysia) menjadikan Bandung sebagai rumah kedua,” tuturnya.

Dalam mengemas bisnis penerbangan itu, Kagum Group mengoptimalkan bisnis properti dan toko belanja yang telah dimiliki. Perusahaan akan memberikan bonus tertentu berupa diskon kepada pengguna maskapai ketika menginap di hotel dan berbelanja pada sejumlah factory outlet pada grup perusahaan.

“Tarif paket yang kami tawarkan hingga Maret 2011 seharga 888 ringgit, atau sekitar Rp 2,7 juta,” kata Henry. Paket perjalanan wisata tersebut berdurasi tiga hari. Layanannya termasuk menginap di salah satu dari empat hotel milik Kagum Group di Kota Bandung, serta pengembalian 100 persen biaya paket di hari terakhir kunjungan, dalam bentuk voucher belanja di Wanted Factory Outlet.

“Upaya ini juga merupakan dorongan untuk meningkatkan perekonomian Jabar, terutama dari sisi pariwisata,” katanya.

Sumber: Galamedia,  bisnis.com, dan Tribun Jabar



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. This blog is proudly powered by Wordpress and uses Modern Clix, a theme by Rodrigo Galindez.